Ada tiga lantaran mengapa pelajar yang telah sekian usang mempelajari bahasa ajaib (dengan cara konvensional) tidak bisa-bisa juga dalam ngomong atau setidaknya memahami bahasa asing:
1. Kurang Latihan
Saya pernah menjelaskan dalam pos Belajar Bahasa dengan Proses Alamiah, bahwa tuturan bahasa itu diproduksi oleh otak sadar maupun otak bawah sadar. Otak sadar menentukan konten tuturan kemudian konten tersebut dikoordinasi oleh otak bawah sadar untuk sanggup dituturkan dengan baik dan benar. Untuk mencapai kemahiran berbahasa otak bawah sadar harus dilatih dengan cukup. Nah, kurang latihan berakibat pada buruknya produksi tuturan.
Bahasa bukan sekedar pengetahuan, akan tetapi beliau ialah keterampilan. Keterampilan tidak akan baik tanpa latihan. Insyaa Allah, pada pos-pos selanjutnya aku akan menulis mengenai tips berlatih yang alamiah untuk sanggup ngomong bahasa Jepang.
2. Terburu-buru
Semua pelajar bahasa ajaib niscaya ingin sanggup cepat menguasai bahasa yang dipelajarinya dalam waktu singkat. Namun cepat tidak sama dengan buru-buru. Pelajar yang buru-buru akan berusaha "melahap" topik-topik tata bahasa dari A hingga Z secepat-cepatnya. Sayangnya terburu-buru artinya hasil yang akan diperoleh kurang bagus. Ini lantaran pengetahuan yang dijejalkan sebanyak-banyaknya hanya akan hingga diproses dalam memori jangka pendek: tidak akan menjadi memori jangka panjang sebagai pondasi keterampilan.
Jika Anda ingin cepat sanggup ngomong, maka pelajari setiap topik dengan dalam dan latih lah topik tersebut dengan tekun gres lanjutkan ke topik berikutnya. Tapi bukan dengan cara linear menyerupai membaca buku!
3. Dijejali Terlalu Banyak Istilah Teknis Tata Bahasa
Istilah teknis tata bahasa memang perlu. Namun itu pun hanya untuk membantu pelajar membentuk contoh pikir umum. Setelah pelajar mengerti contoh pikir umum suatu bahasa, maka seterusnya ialah latihan yang tekun, bukan menambah istilah teknis. Semakin menambah istilah teknis malah akan semakin memacetkan otak.
Silahkan berguru segala macam istilah-istilah teknis tata bahasa kalau Anda bertujuan menjadi pakar linguistik. Namun kalau Anda hanya ingin lancar ngomong tanpa harus menjadi pakar linguistik, jangan hiraukan istilah-istilah teknis tersebut.

