Seperti yang telah saya paparkan dalam post Cara Cerdas Mempelajari Cara Baca Huruf Kanji (Jepang). Kanji digunakan bukan sebagai pelambang suara melainkan hanya pelambang makna (Ideogram). Artinya suatu aksara kanji tidak mempunyai nilai suara yang mutlak namun memuat satu nilai makna yang relatif. Berkebalikan dengan contohnya aksara Latin yang mana satu aksara Latin mempunyai satu nilai suara mutlak namun tidak memuat nilai makna.
Nah saya kasih tahu sebuah rahasia. Dalam membaca suatu goresan pena Jepang, orang Jepang tidak membaca aksara per huruf, melainkan kata per kata. Makara fokus mata itu meloncat dari satu unit kata ke unit kata berikutnya. Misalnya untuk membaca kalimat berikut:
今日は学校に行きたくない (baca: kyou-wa gakkou-ni ikitakunai)
Anda jangan membacanya dengan cara parsing ibarat di bawah ini. Cara ini jikalau Anda berkeras membaca aksara per huruf:
今 + 日 + は + 学 + 校 + に + 行 + きたく ない
ima/kon/k + nichi/ri + ha + gaku + kou + ni + gyou/i + kitakunai
Lihat, pada aksara pertama saja Anda sudah dihantam dilema, apalagi untuk melanjutkan membaca lebih jauh? Hahaha
Orang Jepang membacanya kata per kata, ibarat ini:
今日 + は + 学校 + に + 行きたくない
kyou + ha + gakkou + ni + ikitakunai
Kenapa?
Ini alasannya dalam goresan pena Jepang, aksara Kanji tidak mempunyai nilai bunyi, namun jikalau Kanji-Kanji sudah dirangkai dalam kata, maka kata-kata tersebut sudah mempunyai nilai suara yang tetap. Mengerti kan? :)
Saya ilustrasi-kan lagi, contohnya huruf:
下 nilai makna aksara = bawah;rendah nilai suara aksara = ---
Lihat aksara tersebut muncul dalam kata-kata di bawah ini, namun Anda tidak perlu mengkhawatirkan nilai suara aksara tersebut secara individual, akan tetapi perhatikan lah nilai suara kata-nya.
天下 nilai makna kata = kolong langit (seluruh dunia) nilai suara kata = tenka
下方 nilai makna kata = arah bawah nilai suara kata = kahou
下忍 nilai makna kata = ninja rendahan nilai suara kata = genin
下さい nilai makna kata = silahkan nilai suara kata = kudasai
Lihat, kanji berperan hanya sebagai pemberi makna bagi kata, namun kata yang terbentuk mempunyai nilai bunyinya sendiri. Nah, jikalau Anda ingin membaca goresan pena Jepang, apalagi yang terdiri dari Kanji, Anda sebaiknya mempelajari bentuk tulis kosa kata beserta nilai suara kosa kata tersebut. Jangan mengkhawatirkan nilai suara aksara Kanji-nya. Praktis kan? :)
Memang sih ada ketika Anda harus mempelajari Kanji satu per satu.
Begini, jikalau kita mengurutkan langkah-langkah mempelajari goresan pena Jepang, ibarat ini:
Maka pada tahap ketiga, bentuk & makna Kanji sebaiknya dihafal aksara per huruf. Anda sanggup melaksanakan penghafalan dengan daftar apapun yang Anda sukai. Namun saya sangat me-rekomendasikan daftar yang disusun oleh James Heisig dalam bukunya "Remembering the Kanji vol.1". Daftar tersebut disusun secara sistematis menurut komposisi Radikal yang menyusun Kanji dan Anda sanggup menerapkan trik Jembatan Keledai (mnemonics) dalam menghafal Kanji. Insyaa Allah, paling cepat 3 bulan Anda sanggup menghafal sampai 3007 Kanji (bentuk & maknanya saja). Wow!
Oke, nantikan pos saya selanjutnya. Jaa mata :-)
Nah saya kasih tahu sebuah rahasia. Dalam membaca suatu goresan pena Jepang, orang Jepang tidak membaca aksara per huruf, melainkan kata per kata. Makara fokus mata itu meloncat dari satu unit kata ke unit kata berikutnya. Misalnya untuk membaca kalimat berikut:
今日は学校に行きたくない (baca: kyou-wa gakkou-ni ikitakunai)
Anda jangan membacanya dengan cara parsing ibarat di bawah ini. Cara ini jikalau Anda berkeras membaca aksara per huruf:
今 + 日 + は + 学 + 校 + に + 行 + きたく ない
ima/kon/k + nichi/ri + ha + gaku + kou + ni + gyou/i + kitakunai
Lihat, pada aksara pertama saja Anda sudah dihantam dilema, apalagi untuk melanjutkan membaca lebih jauh? Hahaha
Orang Jepang membacanya kata per kata, ibarat ini:
今日 + は + 学校 + に + 行きたくない
kyou + ha + gakkou + ni + ikitakunai
Kenapa?
Ini alasannya dalam goresan pena Jepang, aksara Kanji tidak mempunyai nilai bunyi, namun jikalau Kanji-Kanji sudah dirangkai dalam kata, maka kata-kata tersebut sudah mempunyai nilai suara yang tetap. Mengerti kan? :)
Saya ilustrasi-kan lagi, contohnya huruf:
下 nilai makna aksara = bawah;rendah nilai suara aksara = ---
Lihat aksara tersebut muncul dalam kata-kata di bawah ini, namun Anda tidak perlu mengkhawatirkan nilai suara aksara tersebut secara individual, akan tetapi perhatikan lah nilai suara kata-nya.
天下 nilai makna kata = kolong langit (seluruh dunia) nilai suara kata = tenka
下方 nilai makna kata = arah bawah nilai suara kata = kahou
下忍 nilai makna kata = ninja rendahan nilai suara kata = genin
下さい nilai makna kata = silahkan nilai suara kata = kudasai
Lihat, kanji berperan hanya sebagai pemberi makna bagi kata, namun kata yang terbentuk mempunyai nilai bunyinya sendiri. Nah, jikalau Anda ingin membaca goresan pena Jepang, apalagi yang terdiri dari Kanji, Anda sebaiknya mempelajari bentuk tulis kosa kata beserta nilai suara kosa kata tersebut. Jangan mengkhawatirkan nilai suara aksara Kanji-nya. Praktis kan? :)
Memang sih ada ketika Anda harus mempelajari Kanji satu per satu.
Begini, jikalau kita mengurutkan langkah-langkah mempelajari goresan pena Jepang, ibarat ini:
- Pelajari Huruf Kana (Hiragana & Katakana)
- Pelajari Radikal Kanji
- Pelajari Bentuk dan Makna Kanji
- Pelajari Kosa Kata yang mengandung Kanji sekaligus Cara Baca Kata (Nilai Bunyi Kata)
Maka pada tahap ketiga, bentuk & makna Kanji sebaiknya dihafal aksara per huruf. Anda sanggup melaksanakan penghafalan dengan daftar apapun yang Anda sukai. Namun saya sangat me-rekomendasikan daftar yang disusun oleh James Heisig dalam bukunya "Remembering the Kanji vol.1". Daftar tersebut disusun secara sistematis menurut komposisi Radikal yang menyusun Kanji dan Anda sanggup menerapkan trik Jembatan Keledai (mnemonics) dalam menghafal Kanji. Insyaa Allah, paling cepat 3 bulan Anda sanggup menghafal sampai 3007 Kanji (bentuk & maknanya saja). Wow!
Oke, nantikan pos saya selanjutnya. Jaa mata :-)

