Sewaktu di Nürnberg bulan Oktober 2018 yang lalu, aku tinggal di Hotel a&o Nürnberg Hauptbahnhof. Pertama, untuk keperluan visa, hotel ini dapat dibooking tanpa perlu mengatakan kartu kredit. Dan dapat kita batalkan menjelang tanggal kita booking. Kedua, harganya termasuk paling murah di antara gugusan hotel yang ada di sana. Ketiga, lokasinya bersahabat kemana-mana. Namanya saja sudah Hauptbahnhof, artinya lokasinya bersahabat banget dengan Hauptbahnhof atau stasiun kereta api utama. Dari salah satu pintu keluar, lokasi hotel cuma 5 menit berjalan kaki. Schön, nicht? Dari bandara Albrecht-Dürer jaraknya hanya 12 menit. Dan kami punya urusan di kawasan Rennweg, lokasinya hanya 3 stasiun dari sana. Selain urusan di Nürnberg, kami juga punya urusan di kota lain yaitu Fürth dan Erlangen. Semuanya dapat dicapai dengan kereta api S-Bahn dari Hauptbahnhof ini. Oooo, yang kemudian menarik ialah kota renta Nürnberg yang banyak dikunjungi para turis hanya bersebelahan dengan Hauptbahnhof ini. Jadi, tempatnya cukup strategis buat kami, yang penting dengkulnya berpengaruh diajak jalan.
![]() |
| Meja kerja di lobby hotel. Cukup nyaman dan banyak colokan listrik. Saya naksir bunganya, selalu fresh, bukan bunga plastik. Jerman, gitu lho. Mereka gak suka dengan bunga plastik. |
Harga kamarnya tidak mengecewakan murah, tapi jangan salah, alasannya ialah hitungannya per-bed atau per-tempat tidur, bukan per kamar. Harga kamar bervariasi dari hari ke hari. Biasanya week-end menyerupai Sabtu Minggu lebih mahal daripada weekdays. Dan kalau sedang ada pameran, maka harga bed-nya meningkat dua kali lipat. Nürnberg ialah kota pameran, dalam sebulan ada dua kali ekspo internasional.
![]() |
| Hotel a&o dari arah Hauptbahnhof, di depannya ialah stasiun bis antar negara. Saya ke Roma, Italia dari stasiun ini. Asyik kan, gak perlu jalan jauh. |
Hotel menyediakan sarapan All you can eat dengan harga 7 Euro, untuk anak harganya didiskon. Tapi kami tidak pernah sarapan di hotel, kadang kala kami tidak lapar di pagi hari, dan kadang kala masih ada sisa roti yang kami beli semalam. Jam makan pagi jam 6-10, kalau sabtu dan Minggu jam 7-11. Mereka juga menyediakan Lunch Paket juga sih, 6 Euro sesuai seruan saja. Sewaktu aku di sana, ada beberapa rombongan yang memesan Lunch paket, mungkin alasannya ialah mereka gak mau repot mencari tempat untuk makan siang untuk rombongan mereka itu. Dan dapat pesan makanan halal pula!
![]() |
| Rombongan tamu dari sekolah dan rombongan tamu penerima pameran. yang satu bajunya santai, yang satu berjas dan berdasi. |
Yang bikin males ialah waktu cek out yang pagi banget, jam 10 pagi! Padahal kami, khususnya teman aku bangkit biasanya jam 8 atau 9 pagi. Saya bangunnya selalu pagi, jam 3 pagi sudah bangun, jadi aku turun ke lobby untuk mengetik-ngetik alasannya ialah tidak yummy mengetik di kamar yang penghuninya masih tidur. Di hotel lain, cek outnya biasanya jam 12, dan ada bonus hingga jam 13. Kalau mau check late masih dimungkinkan hingga jam tertentu. Kalau hari Sabtu dan Minggu, cek outnya dapat jam 11. Di hotel ini, cek out late-nya dapat hingga jam 14 dengan membayar biaya pelengkap sebesar 10 Euro per kamar, bukan per orang ya. Check in-nya gres dapat jam 3, jadi dikala kami ba ru dating, saidur di lobby alasannya ialah cape. Padahal rencana dari Zürich, kami datang di bandara jam 11, kami cek in jam 13 atau jam 14, tidur sebentar kemudian pribadi ke Rennweg. Akhirnya kami mengubah rencana menjadi istirahat full seharian, gres besoknya jalan ke Rennweg.
Ada pengalaman yang cukup mengejutkan dan menjadi pengetahuan gres bagi saya. Ketika ingin memperpanjang menginap, aku ditolak oleh komputer. Ternyata, alasannya ialah aku dan teman aku dianggap menginap terlalu usang di hotel tersebut. Di Indonesia pemilik hotel bahagia jikalau ada tamu yang menginap usang di hotelnya. Artinya mereka betah di hotel tersebut dan tentu saja ada uang masuk untuk hotelnya. Di Jerman, khususnya di negara bab Bayern, jikalau seorang tamu menginap selama 28 malam, maka beliau harus melapor ke Aufenthaltsdienst atau kantor ijin tinggal dan menjelaskan kenapa beliau tinggal begitu usang di hotel tersebut. Untunglah, aku ada break ke München untuk menyaksikan Oktoberfest, jadi jumlah menginapnya tidak hingga 28 malam. Malas pindah hotel. Dan hasilnya kami dapat memperpanjang menginapnya, meskipun harus pindah kamar.
Wifi-nya gratis dan cukup kuat….dan stafnya ramah.



