Agar sanggup memakai bahasa Jepang dengan benar dan baik, Anda juga harus memahami abjad & budaya bangsa Jepang.
Malu yakni salah satu budbahasa orang Jepang lantaran menjaga harga diri yakni nomor satu bagi mereka. Pola-pola pikir kesopanan tuturan bahasa Jepang muncul demi menjaga harga diri sendiri dan/atau menjaga harga diri orang lain. Mereka aib bila harga diri mereka dipermalukan. Dan juga biar sanggup hidup rukun dengan sesamanya maka mereka aib mempermalukan harga diri orang lain. Maklum ya? hehehe...
Berikut poin-poin yang perlu diperhatikan dalam berbahasa Jepang, menyangkut budaya aib & harga diri ini:
- Orang Jepang sulit untuk menyampaikan "tidak" kepada anjuran orang lain. Namun bila secara langsung tidak baiklah mereka malah akan menyampaikan "itu sedang dipertimbangkan" atau "itu kurang nyaman".
- Orang Jepang enggan mengkritik di publik
- Bagi orang Jepang, banyak cara "mempermalukan" harga diri orang lain. Terkadang memperlihatkan kebanggaan menciptakan yang dipuji merasa dipermalukan (mungkin tersindir atau apa?). Makara berhati-hatilah dalam berbicara.
- Bahasa Jepang bukan hanya terbatas pada kata-kata, melainkan bahasa tubuh, bahasa wajah, dan intonasi yang memperlihatkan konteks untuk bahasa yang terucap. Itulah sebabnya kalimat bahasa Jepang sering sanggup berupa satu kalimat hanya satu kata.
